Berbagi Pengetahuan dan Informasi Menarik

Review Film Korea Windstruck

 Review Kali ini tentang Film Korea  Windstruck, yang menceritakan tentang Komedy Film Romantis , Menyedihkan  dan  juga bikin Nangis Banget, soalnya di Film ini Menceritakan, Kisah Cinta seorang  Polwan dengan Seorang guru yang polos tapi pada akhir Guru yang di perankan oleh, Go Myung Woo bersama Polwan yang di perankan oleh  Yeo Kyung Jin Mengalami Kecelakaan, yang menewaskan Go Myung Woo ,  Yeo Kyung Jin pun sedih dan mencoba untuk bunuh diri, Selanjutnya?????????????????
Windstruck
Yeo Kyung Jin (Jun Ji Hyun) merupakan seorang polwan yang mempunyai sifat 'sassy' alias galak dan sangat suka mencampuri urusan orang lain (ya gitu deh). Setiap ada orang yang menurutnya bertindak melanggar hukum di depan matanya, tanpa basa-basi pasti langsung disikat. Istilahnya bertindak dulu, mikir akibatnya mah belakangan. Suatu hari secara tidak sengaja Kyung Jin menangkap Go Myung Woo yang disangkanya sebagai seorang pencopet. Myung Woo yang berprofesi sebagai seorang guru di sebuah sekolah khusus wanita ini tentu saja membela diri dan bilang kalau Kyung Jin salah tangkap orang. Sayang, semua penjelasan Myung Woo dianggap angin lalu. Sampai sang pencopet ditemukan, mau enggak mau deh Myung Woo harus terus dekat dengan Kyung Jin (sampe diborgol pula biar egk lepas, kekekek). Gara-gara ini juga nyawa Myung Woo hampir aja melayang dimana Kyung Jin dengan nekat mencoba menggerebek pertemuan antara mafia Rusia dengan mafia Korea yang terjadi secara rahasia. Bukannya berhasil yang ada mereka malah menghancurkan segalanya karena ternyata polisi lainnya tengah menyamar jadi salah satu anggota mafia tersebut. Udah bisa ditebak, mereka habis dimarahi oleh sang polisi (lagian nekat, wkwkwkwk).

polwan yang sangat nekat (no komen ah)

Enggak lama kemudian pencopet asli pun tertangkap dan Kyung Jin melepaskan Myung Woo tanpa satu permintaan maaf darinya. Myung Woo enggak terima dengan hal itu dan menuntut Kyung Jin meminta maaf kepadanya, tapi semua sia-sia karena Kyung Jin tidak akan meminta maaf kepadanya kecuali nama Myung Woo diganti jadi "Mian Woo" (mian artinya maaf dalam bahasa Korea). Setelah kejadian itu Myung Woo pun bertekad untuk menghindar dari Kyung Jin. Apes, emang karena jodoh, saat Myung Woo mendaftar menjadi petugas jaga keliling sukarela ini harus berpartner dengan Kyung Jin karena cuma polwan itu satu-satunya yang tersisa. Terpaksa deh Myung Woo harus berdua lagi dengan Kyung Jin. Apa lagi masalah pun timbul ketika  Kyung Jin menegur segerombolan anak sekolah yang salah satunya merupakan putra dari ketua gengster yang berkuasa di wilayah tersebut. Enggak terima anaknya dipukulin sama Kyung Jin (emang sadis niy cewek, hehehe), sang ketua gengster pun mengancam Kyung Jin. Polwan itu tidak berkutik karena sang atasan menyuruhnya untuk sabar. Melihat hal itu Myung Woo berinisiatif untuk menolong Kyung Jin dengan berpura-pura menjadi seorang penjahat kelas kakap yang terlibat dalam tiga kasus kejahatan (pembunuhan, perampokkan dan pemerkosaan pura-puranya). Dengan akting yang meyakinkan, akhirnya Myung Woo berhasil mengusir ketua gengster beserta anak buahnya yang ketakutan dan sejak saat itu Kyung Jin menjadi respek pada Myung Woo, hingga akhirnya mereka pun resmi berpacaran.

terpaksa tidur bareng gara-gara borgolnya egk bisa lepas tapi ternyata...

Semakin hari, Myung Woo dan Kyung Jin pun semakin dekat hingga akhirnya Myung Woo mengetahui masa lalu Kyung Jin yang cukup menyedihkan dimana Kyung Jin mempunyai seorang kakak kembar bernama Ming Jin. Layaknya anak kembar identik yang suka berbuat ulah, mereka pun sering bertukar peran. Sang kakak yang alim bersekolah di tempat Kyung Jin sedang Kyung Jin bersekolah di tempat Ming Jin sampai sebuah tragedi terjadi. Sang kakak tewas tertabrak saat akan menuju sekolah Kyung Jin. Sejak saat itulah Kyung Jin terus menyalahkan dirinya sebagai penyebab meninggalnya sang kakak dan memutuskan menjadi seorang polwan seperti cita-cita Ming Jin. Kyung Jin mengibaratkan dirinya sebagai tuts putih dalam piano dan tidak akan bermain di tuts hitam (Ming Jin). Mendengar cerita tersebut Myung Woo pun mulai menghibur Kyung Jin. Bisa dibilang sebagai masa-masa indahnya berpacaran. Suatu saat, Myung Woo yang baru aja membeli sebuah mobil jeep mengajak Kyung Jin berlibur ke suatu tempat di pegunungan. Di sanalah Myung Woo bilang kalau dirinya ingin menjadi angin. Meski kelak raganya tidak ada, tapi bila Kyung Jin merasakannya maka dia ada di situ (gw suka kata-katanya yang ini, keren!). Hal konyol pun terjadi, ketika berduaan dengan Kyung Jin di dapur tempat mereka menginap, Myung Woo mencoba untuk mencium Kyung Jin. Namun apes, bibirnya malah mencium kayu arang yang terbakar! Otomatis dia langsung berteriak kepanasan (wkwkwkwk, konyol!). Sang nenek pemilik rumah yang mendengar teriakkan Myung Woo malah menduga mereka yang macam-macam (si nenek egk tahu yang sebenarnya). 

cium dong, wkwkwkwk

Cobaan pertama pun datang ketika maut hampir saja merenggut nyawa Myung Woo yang melindungi Kyung Jin dari longsoran batu yang menimpa mobil yang sedang mereka kendarai dan akhirnya masuk ke jurang. Kondisi Myung Woo yang tidak sadarkan membuat Kyung Jin sangat cemas. Dirinya takut kehilangan Myung Woo yang dianggapnya telah membuka hatinya selama ini. Untuk kali ini Myung Woo selamat dari maut, hingga cobaan kedua secara tragis membuat Myung Woo tidak sengaja kehilangan nyawanya dimana suatu ketika Kyung Jin yang mencoba mengejar penjahat menembaki penjahat tersebut. Di tempat dan waktu yang sama dua orang polisi juga tengah mencoba mengejar penjahat itu dan juga menembakinya. Myung Woo merasa Kyung Jin dalam bahaya mencari kekasihnya itu, namun naas dia malah tewas tertembak. Kyung Jin pun shock dan menganggap dirinyalah penyebab kematian Myung Woo, padahal sebenarnya Myung Woo tertembak oleh peluru yang berasal dari salah satu polisi lain yang secara kebetulan juga menembak di waktu yang bersamaan. Sejak saat itu kondisi psikis Kyung Jin menurun drastis, dia mencoba bunuh diri dengan cara  apapun. Mulai dari menembakkan pistol ke kepalanya, minum obat penenang sampai over dosis sampai terjun dari atap gedung bertingkat, tapi semuanya gagal. 

I can feel you... Myung Woo...

Melihat kondisi Kyung Jin yang masih labil, sang atasan pun terpaksa memutasinya untuk beberapa waktu. Di tempatnya yang baru secara tidak sengaja Kyung Jin menjadi partner dari polisi yang tidak sengaja menembak Myung Woo. Namun, polisi itu tidak berani mengakuinya. Dia takut keadaan Kyung Jin makin memburuk kalau tahu yang sebenarnya. Sejak ditugaskan di tempat yang baru, Kyung Jin menjadi seorang polisi wanita yang handal dan tidak takut mati. Entah kenapa setiap kali ditembak oleh penjahat, Kyung Jin selalu lolos dari maut. Yup, ternyata dirinya dilindungi oleh angin (Myung Woo). Saat itulah Kyung Jin akhirnya menyadari kalau Myung Woo berada di sampingnya dan terus melindungi dirinya meski sekarang sebagai angin (dia datang dengan bentuk sebagai kapal kertas yang akan terus ada hingga 49 hari). Hingga pada akhirnya dia tertembak juga saat mencoba menangkap penjahat yang dulu seharusnya menjadi sasaran tembaknya bukan Myung Woo. Di kondisi yang sekarat, Kyung Jin hampir saja menyerah. Myung Woo akhirnya datang ke dalam mimpi kekasihnya itu dan memberitahu dirinya agar tidak terus larut dalam kesedihan karena Myung Woo yang dia kenal sekarang bukanlah Myung Woo yang dulu.

Kyung Jin... Myung Woo yang kau kenal sekarang bukan lagi Myung Woo yang dulu...

Kondisi Kyung Jin pun membaik dan kembali normal. Kemudian saat dia kembali ke rumahnya, Kyung Jin mendapati sosok Myung Woo di sana. Rupanya hari itu Myung Woo harus pergi meninggalkan Kyung Jin untuk selamanya. Cowok itu pun berpesan agar Kyung Jin tetap menjalani hidupnya meski dirinya sudah tidak berada di sampingnya. Myung Woo juga berjanji kalau dia akan setia menunggu Kyung Jin hingga saatnya nanti. Sebelum pergi, Myung Woo berkata bahwa sebentar lagi Kyung Jin akan bertemu dengan pria yang juga akan mencintainya seperti dirinya mencintai Kyung Jin dan untuk pertama juga terakhir kalinya akhirnya Kyung Jin meminta maaf kepada Myung Woo. Setelah berpisah, Kyung Jin pun akhirnya bertemu dengan sosok yang dimaksud oleh Myung Woo. Di stasiun kereta, di sanalah cintanya akan kembali bersemi...

good bye doesn't mean forever...


The Cast
Yeo Kyung Jin (Jeon Ji Hyun)

Seorang polwan yang berprinsip 'bertindak dulu, mikir belakangan' ini tipe cewek pemberani sekaligus galak. Kyung Jin menjadi polwan untuk menggantikan kakaknya yang juga bercita-cita sebagai polwan. Dirinya terus didera rasa bersalah akan kematian kakaknya dan terus menyalahkan dirinya sendiri. Meski terluka, Kyung Jin selalu berpura-pura tegar untuk menutupi kesedihannya. Hatinya terus tertutup hingga dia bertemu dengan Myung Woo yang kemudian membawanya melupakan luka hatinya itu dan kemudian menjadi kekasihnya. Namun kebahagiaannya tidak berlangsung lama karena Myung Woo harus meninggal secara tragis di depan mata Kyung Jin yang lalu menganggap dirinyalah penyebab dari kematian pujaan hatinya itu. Sejak saat itu Kyung Jin pun mencoba bunuh diri untuk menembus kesalahannya, hingga akhirnya dia menyadari kalau semua itu hanya kecelakaan. Kyung Jin percaya bila seseorang telah meninggal maka jiwanya masih akan ada di dunia selama 49 hari. Makanya dia percaya kalau Myung Woo akan terus berada di sampingnya dalam jangka waktu tersebut sejak dia meninggal meski hanya sebagai angin.

Go Myung Woo (Jang Hyuk)

Pria polos dan pintar ini berprofesi sebagai seorang guru di sebuah sekolah khusus wanita. Perjumpaannya dengan Kyung Jin sempat membuatnya takut dengan cewek itu, meski akhirnya dia tahu kalau Kyung Jin menyimpan luka yang sangat dalam. Sejak saat itulah dirinya bertekad untuk membahagiakan Kyung Jin dan selalu membuat gadis itu tersenyum. Cowok yang punya keinginan menjadi angin bila dia meninggal ini pun menjadi sebuah kenyataan pahit dimana hal tersebut pada akhirnya benar-benar terjadi. Nantinya kematiannya yang tragis cukup membuat kondisi mental Kyung Jin drop abis. Berkali-kali gadis itu mencoba bunuh diri, berkali-kali juga dia menyelamatkannya walaupun hanya sebagai angin. Cintanya terhadap Kyung Jin tidak tergoyahkan dan di saat terakhirnya Myung Woo tidak pernah menyalahkan Kyung Jin sebagai penyebab kematiannya. Sebelum pergi Myung Woo berharap Kyung Jin membuka hatinya kembali karena kelak Myung Woo akan membawanya kepada seseorang yang juga akan mencintai Kyung Jin seperti dirinya.

Share :

Facebook Twitter Google+
0 Komentar untuk "Review Film Korea Windstruck"